h1

Kajian Pemikiran Al-Kawakibi

May 25, 2009

Konsep Pembaharuan Politik dan Pendidikan

dalam Pemikiran `Abd Al-Rahman Al-Kawakibi:

Oleh : Muhamad Sahrul Murajjab

Pendahuluan

Sejak penghujung abad ke-18 hingga masa-masa pasca runtuhnya Kekhalifahan ‘Utsmani di Turki tahun 1924, yang dibarengi era imperialisme dan kolonialisme Barat terhadap negara-negara Islam, kondisi kesejarahan umat Islam berada dalam titik yang menyedihkan.

Pada masa-masa itu, Dinasti Mogul Islam di India jatuh ke tangan imperialis Inggris, demikian  juga dengan Kerajaan Safawiyah di Iran. Sejumlah negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim juga berada dalam cengkraman imperialisme negara-negara Eropa. Sebut saja misalnya Indonesia yang berada di bawah kekuasaan Belanda, Libya dijajah oleh Italia; Tunisia, al-Jazair dan Maroko oleh Perancis, serta Mesir dan negara-negara sebelah selatan Jazirah Arab oleh Inggris.

Selama masa-masa tersebut negara-negara Islam terpuruk dalam keterbelakangan dan kemunduran peradaban di segala bidang baik sosial, politik, maupun ekonomi. Sementara didalam tubuh umat terjadi kelumpuhan potensi-potensi kekuatan yang dimilikinya.[i] Ajaran-ajaran Islam banyak ditinggalkan, sebagaimana bid’ah dan khurafat menggejala dimana-mana.

Sebagai respon terhadap situasi serba sulit bagi umat Islam ini, tumbuh  benih-benih kesadaran di tubuh sekelompok cendekiawan yang kemudian melahirkan gerakan-gerakan pembaharuan dan akhirnya mengkristal menjadi apa yang kemudian dikenal dengan istilah Al-Sahwah al-Islāmiyah.

Jika dirunut jauh kebelakang, gerakan-gerakan pembaruan ini memiliki akar sejarah pertumbuhan sejak dari gerakan-gerakan reformasi keagamaan yang muncul dua abad silam dan bisa dijabarkan kedalam tiga gelombang.[ii] Pertama, berlangsung antara pertengahan abad ke 18 sampai pertengahan abad ke 19 yang diwakili oleh gerakan dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab (1702-1791) di Najed, Muhammad bin Nūh al-Fallaty (1752-1803) di Madinah, Waliyullāh al-Dahlawy (1702-1762) di India, MuÍamad ibn ‘Ali al-Shawkāni(1758-1874) di Yaman, Shihābuddin al-Alūsy (1803-1854) di Irak, ‘Ali al-SanËsi (1778-1859) di Maroko dan Muhammad al-Mahdi (1843-1885) di Sudan.

Gelombang kedua, adalah gelombang yang muncul antara perempat terakhir abad ke 19 dan perempat awal  abad 20, ketika invasi militer dan politik imperialisme Barat berhasil menguasai negara-negara Arab dan Islam. Periode ini mengenal tokoh-tokoh seperti Jamāluddin al-Afghāni (1839-1896) sebagai pioner, `Abd al-Rahmān al-Kawākibi (w.1902),  MuÍamad `Abduh (1839-1905) dan MuÍamad Rashīd Ridlā (1865-1935).

Gelombang ketiga, muncul setelah Perang Dunia I, berupa gerakan-gerakan keislaman yang lahir pada ahir tahun 1920-an dan berlangsung sampai pertengahan abad 20 dan mulai bercirikan kerja kolektif dan terorganisir. Fase ini diwakili oleh tokoh-tokoh seperti ×asan al-Banna (w.1949) di Mesir, `Abd al-×amīd ibn Bādīs (w.1940) di Aljazair, MusÏafā al-SibÉ`ī ( w. 1965) di Suriah, Abu al-A`lÉ al Mawdudi (w.1979) di Pakistan , Sayyid QuÏb(w.1966) dan Sa`īd al-Nursi (1878-1960) di Turki.

Tulisan ini berupaya untuk secara singkat menelusuri upaya-upaya dan ide-ide pembaharuan salah seorang tokoh dari gelombang kedua, yaitu ‘Abd al-Rahmān al-Kawākibi, melalui kajian terhadap dua buku monumentalnya Umm al-Qurā[iii] dan Ùabāi` al-Istibdād.[iv] Pembahasan dibatasi pada bidang politik dan pendidikan, dua sektor yang dapat dikatakan termasuk paling penting dalam bangunan pemikiran pembaharuan Al-KawÉkibi.

SELENGKAPNYA KLIK di sini


[i] Yūsuf al-Qaradlāwi, Ayna al-Khalal, Kairo, Maktabah Al-Wahbah, cet. 6, 1997, h. 9 dst.

[ii] Dr. Thariq al Basyari, Pemikiran dan Kesejarahan, terj. Abbas Mansur Tamam, Jurnal OASE, ICMI Kairo, vol.10, Sept-Nov 1996, h.36-41. Juga Al Qardlawi, Al Shahwah al Islamiyah wa al Humum al Wathan al Arabi al Islami, Muassasah al Risalah, Beirut, Cet.2, 1993., h.39-45. Sebagaimana dinukil oleh Muhamad Sahrul Murajjab, “Yūsuf Al-Qaradlāwi: Visi Moderasi dalam Proyek Øahwah”, dalam Majalah Al-Ukhuwwah, Tripoli, Divisi Jurnalistik Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia di Libya, 2003.

[iii] Nama lengkap atau judul panjang buku tersebut adalah “Umm al-QurÉ: wa Huwa DlabÏ MufÉwadlÉt wa MuqarrarÉt Mu’tamar al-Nahdlah al-IslÉmiyah al-Mun`aqid fÊ Makkah al-Mukarramah Sanah 1316”. Naskah asli dari buku Umm al-Qurā tersebut diterbitkan oleh Al-Maktabah al-Tijāriyah al-Kubrā, Cairo, tahun 1350H/1931M.  Dalam buku setebal lebih dari 200 halaman tersebut Al-Kawākibi menamakan dirinya dengan nama samaran Al-Sayyid al-Furāti. Naskah digital atau scanned copy buku ini bisa diunduh dari www.marefa.org.

[iv] Judul lengkapnya “Ùabāi` al-Istibdād wa MaÎÉri` al-Ist`bÉd”. Merupakan buku yang bermula dari kumpulan artikel-artikel yang pernah ditulis oleh Al-KawÉkibi di berbagai surat kabar tentang tiranisme. Naskah asli buku Ùabāi` al-Istibdād tersebut diterbitkan oleh Al-Hai’ah al-MiÎriyah al-`Ómmah li al-KitÉb tahun 1993. Naskah elektronik buku ini dalam bentuk PDF dapat diunduh di www.al-mostafa.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: